Nedo Nrimo

Posted By on January 13, 2009

nedo-nrimo1Satu kata dalam istilah jawa Nedo nrimo, artinya adalah kurang lebih menerima apapun keadaan yang telah terjadi pada diri kita, legowo kata kerennya atau dalam bahasa agama Ikhlas. Ini suatu hal yang mudah dan sering kita ucapkan dalam kehidupan sehari hari tapi sulitnya minta ampun untuk kita menerapkannya dalam diri ini.

Ketidakpuasan diri dalam menerima sesuatu yang terjadi sering menjadi penyebab kita untuk tidak bisa nedo nrimo alias nrimo ing pandum, masih banyaknya kepentingan serta keinginan yang belum atau bahkan tidak kesampaian, padahal dalam mendapatkannya benar-benar diusahakan tidak hanya maksimum tapi benar-benar optimal orang bilang.

Ikhlaskan saja,  sing nrimo yo, jadilah yang legowo…. ucapan-ucapan tersebut selalu kita dengar manakala berhadapan dengan kondisi yang kurang pas dengan maksud untuk mendinginkan suasana, dan itupun sering kali  berbuah sebuah senyuman, yang kadang kala itu hanya merupakan senyuman sinis, semua karena belum bisa seperti itu

orang yang belum bisa nedo nrimo, sering kali akhirnya ia terjebak dalam menghalalkan segala cara demi apa yang dia ingin capai itu bisa benar-benar terwujud, akhirnya banyak timbul perpecahan, permusuhan dan pertikaian akibat dari penghalalan segala cara ini, orang seperti ini  kalau dalam benak kita pribadi pasti banyak yang bersepakat kalau tidak benar dan harus dihindari jauh-jauh, akan tetapi kalau dikembalikan dalam diri kita, akankah kita sudah termasuk dalam orang yang sudah nedo nrimo? manakala berbisnis terus rugi atau untungnya berkurang dari sebelumnya, akankah kita nedo nrimo?? kalau kita kehilangan sesuatu pada diri kita, terutama itu sangat kita eman-eman alias sangat kita sayangi, akankah kita nedo nrimo??  kalau amanah yang sudah saatnya harus kita lepaskan, padahal karena semua itulah kita jadi besar, akankah kita nedo nrimo?

Sebuah hal yang tidak bisa dijawab orang lain, dan hanya pada diri kita sajalah letak dari jawaban itu, kita lah yang merasakan, sudahkah nedo nrimo atau belom, karena setiap langkah dalam kehidupan, kitalah yang menentukan kemana arah kita berjalan, sungguhlah ini sebuah realita kehidupan yang harus kita jadikan pilihan dalam menjalani kehidupan, sebuah kalimat yang bermakna dalam dan luas “NEDO NRIMO”

About The Author

Comments

6 Responses to “Nedo Nrimo”

  1. tok tok tok…
    Setuju om, kalo orang muslim bilang itu : Tawaqal, langkah itu diambil apabila sudah Ikhtiar semaksimal mungkin dan berdoa setulus mungkin.

    Btw salam kenal dari ãñÐrî
    CU Arround…!

  2. arqu3fiq says:

    Kita sebagai orang awam, tak luput dari kekurangan dan kelebihan. Tapi lebih banyak kekuranganya. Jadi semua org pasti punya sifat kurang dlm hidupnya/tdk bisa nedo nrimo.

    Jujur aja aku jg tdk bisa nedo nrimo bawanya kurang terus. Mau ini mau itu, dsb. Karena sifat manusia tidak akan pernah puas. Semakin tinggi penghasilan semakin banyak pula pengeluaran yg d belanjakannya.

    Jadi kita kembalikan lagi pada diri kita sendiri.

  3. fithraw says:

    terima kasih atas pencerahannya…
    semoga kita dapat berusaha menjadi pribadi yang nedo nrimo seperti yang sampeyan bilang…
    mohon maaf kalo ada salah kata…

  4. aRai says:

    dolo jamannya ga “nedo nerimo” aku susah *sedikit* gemuk … tapi pas dah kenal dengan namanya “nedo nerimo” sekarang *aga mendingan* bisa gendut … hehe

    segala sesuatu dilakuin dengan legowo mang meng enakkan … tapi jangan sampe malah jadi ga peduli ma orang laen *kayak aku* … alah :P ~

  5. edy says:

    kadang susah ngerasa iklas nerima sesuatu hal akibat merasa sudah benar, padahal selama masih jadi manusia kan masih mungkin salah ya, om

  6. Hello, Nice work! This is very much helpful for my research and i hope to run through more of your posts someday! How i wish i can see you in person so i can get to know you more.

Leave a Reply