Benarkah kita masih berhitung?
Posted By dunianopy on March 29, 2009
Kalo kita berdiri sendiri itu tidak ada arti apa-apa
Tapi saat kita bersama-sama itu baru berarti apa-apa
Karena berdasar semua itu tanpa niat apa-apa
Sebab diri kita semua merasa bukan apa-apa
Saat bersama hanya ingin untuk saling bertemu
Semua dari iktikad baik yang tidaklah semu
Dan berharap kita semua untuk saling bersatu
Kebersamaan diantara kita itulah sebagai pendahulu
Janganlah itu menjadi sesuatu yang sangat mahal
Dipinggir jalan beralas tikar pun tak jadi soal
Hal seperti ini bukanlah jadi bahan untuk dijual
Berharap profit dan benefit itu hanya kitanya berkhayal
Mau hancur atau bertambah solid tergantung kita
Tidak butuh hanya sekedar omongan dan retorika semata
Tapi semua butuh suatu kerja yang nyata
Yang tanpa mengharap balas dari semua jasa
Semua keinginan berawal dari sebuah kopdar
Akhirnya kita semua yang hadir jadi sadar
Kalau kopdar harus mahal, pastilah kita akan hancur
Semua yang terbina pastilah akan bubar
Satu hal yang membuat diri tidak habis pikir, apakah benar esensi sebuah kebersamaan itu mesti dari kita berhitung untung rugi? Kalau kita sedikit menengok sejarah, para pahlawan bangsa dulu itu rela berkorban nyawa tak lain hanya untuk berjuang membela bangsa dari penjajahan, tanpa mereka berfikir dan berharap kelak dinobatkan jadi pahlawan bangsa yang namanya dipija-puja banyak orang, diberikan kesejahteraan yang tinggi karena ikut berperang.
Apakah memang ini tanda-tandanya kalo jaman ini sudah hampir kiamat, semunya pada berhitung dahulu tentang dirinya saat harus saling bahu membahu bersama demi sebuah arti kebersamaan, bahkan ada celetukan yang menggagas jika kebersamaan itu akan terjalin jika bisa mengadakan sebuah acara yang bagus disuatu tempat, terus semua yang hadir mendapatkan jamuan makanan gratis, itukah ukuran kita sekarang? Atau bahkan kita lihat banyak kegiatan sosial dadakan, acara pengajian dadakan yang diadakan para caleg, semua yang tak lain untuk menarik simpati supaya bisa terpilih, itukah dasarnya? Subbhanallah..!!
Benarkah pertemanan dan kekerabatan serta acara-cara kemanusiaan itu harus dibentuk dan bisa terjalin harus dilandasi kepentingan-kepentingan terlebih dahulu, jadi saat kita untuk bisa saling kenal baik mesti harus ini dan itu, dan jikalau adakan perjumpaan satu dengan yang lain mesti dimewah-mewahkan, dieksekutif-eksekutifkan? Sehingga juga saat kalau bukan orang penting atau orang hebat atau juga sesuatu yang berprofit dan benefit pada kita, najis dan haram bagi diri untuk datang menjumpainya? Naudzubillah Min Dzalik…
Hidup ini Cuma sesaat, yang tak lama lagi siapapun dari kita pasti akan dipanggil keharibaan Sang Khaliq, Janganlah kita seperti itu, ndak mungkin kita bakal saat meninggal itu jalan sendiri ke liang kubur, digali-gali sendiri, mengkafani diri sendiri trus mengkubur diri kita sendiri.
Menangis rasanya kalau sampai saat ini itu masih saja kita masih saja berhitung itu-itu juga, berargumen banyak hal dari sebuah wacana kegiatan yang notabene sosial jadi suatu keahlian kita, tapi tanpa suatu kerja nyata, alias NOL BESAR, karena itu sosial, ndak ada manfaat buat publikasi kita dan penambahan ketenaran kita atau itu tidak bisa hasilkan duit buat kita.
Ingatlah, semua yang kita miliki itu titipan Sang Khaliq saja, jadi jangan merasa bangga dengan itu semua, dan jangan merasa diri hebat. Saat titipan itu ditarik oleh pemiliknya itu bukanlah sesuatu yang sulit “ Jadi Maka Jadilah”





wahh.. kalau harus hitung-hitungan sih yang pasti bikin repot, yg santai saja.
saia percaya hukum cermin, kalau kita hitung-hitungan dengan orang lain, maka orang lain juga akan berhitung dengan kita.
Saya comment di sini nggak etung2an lho Mas…
Makasih, saya selalu dapat pencerahan gratis.
opo ne jadi….
nek gak itung2an lak bangkrut jeh (doh) (lmao)
masih berhubungan dengan ikhlas…
selamat malam sahabat
baru kunjung ke tempatmu sudah dapat postingan yang baik …….senangnya banget banget
salam persahabatan
Dapet ilmu lagi…
mesti baca berulang2 biar paham betul..
ono lagune
Iya Om, semua di dunia ini hanya titipan…
*kembali mengaca diri…
persodaraan adalah dasar paling kuat untuk berjejaring
ya itulah
makna dari INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJI’UN
itung..itung pahala dan dosa ah……. *ngawur*
Jadi Maka Jadilah = Kun Fayakun ?
tambah sip ae mas blog e…
kita jadi tercerahkan
kalau kebersamaan itu didasari niat yang tulus, ikhlas, dan tanpa pamrih, agaknya tak diperlukan lagi perhitungan untung rugi itu, mas, karena sudah merasa senasib dan sepenanggungan.
Bingung [moe on]
kebersamaan kalo dihitung, persaudaraan dikalkulator dan persahabatan di simpoakan dan semua di kalkulus.. maka manusia tinggal angka2 sahaja tanpa perasaan atopun hati
*salam pak*
tung itung itung itung itung itung…
saya sih klo masalah kebersamaan adalah hal yg utama..
saya sangat suka kebersamaan..
untuk itu dalam hal kebersamaan saya gak suka itung2an..
tapi klo kebersamaan itu semakin memudar..
itu lah yang mengecewakan bagi saya..
itu lah saat nya saya mulai berhitung..
surabaya itu gimana sih om?
Lama gak baca tulisan mas Nopy, selalu memberikan pencerahan. Makasih yah…
Semoga lebih kreatif lagi, Insya Allah…