Yang Nanggung dan Yang Jawab

Posted By on June 7, 2009

z_kitten_mommy_catAda sebuah guyonan saat saya ngobrol dengan seorang teman, saat itu saya bertanya padanya, jika suatu saat ada persoalan yang diberikan sama kamu dan itu berat, gimana menurut sampeyan? Eh dengan enteng jawabnya yang akhirnya dongkol juga neh dengarnya… ya kalau ada yang seperti itu mas, saya sih jawab aja, tapi kalo suruh naggung ya nanti – nanti deh…. Walah jawabannya kok begitu ya dalam hati yang dongkol dengarnya, mau jawab aja tapi nanggungnya nanti dulu.

Walaupun dongkol saat dengar jawaban dari teman itu, tapi setelah saya berfikir lebih dalam dan meresapi kata-kata itu, ternyata memang benar juga ya ternyata jawaban dari dia, kenapa kok bisa benar? Ya memang benar adanya, diakui maupun tidak, sulit sekali kita kalau sudah dihadapkan pada hal yang satu ini, sebuah tanggungjawab, karena diri kita ini lebih banyak berfikir yang maaf walaupun tidak semua orang, tapi dominan untuk berfikir yang sempit dalam melangkah, sehingga saat dihadapkan pada tanggung jawab yang ternyata diliuar pemikiran, akhirnya mereka banyak yang lebih baik meninggalkannya atau lari dari itu semua, dari pada harus menghadapi secara sportif, dengan ribuan, atau bahkan jutaan alasan yang dibuatnya, padahal dengan kerendahan hati, di semua ajaran agama kita dituntut untuk sportif atas semua yang dilakukan, apapun itu efeknya, karena memang kitalah yang sudah berkomitmen atas itu semua, tidak lari begitu saja

Banyak dari kita berfikir dan dengan rela menerima semua yang enak dan membawa pada kesenangan saja dari sebuah kondisi yang sudah kita kerjakan, tapi begitu saat dihadapan dengan yang tidak enak, atau yang berdampak buruk, nanti-nanti dulu lah, kalau perlu ambil saja si kambing hitam untuk jadi alasan kita sebagai pembelaan diri ini untuk tidak mau menerima resiko yang dihadapi itu.

Benarkah mental kita sudah sedemikian parahnya? Yang hanya berharap enaknya saja tanpa mau susahnya? Saya teringat guru saya berbicara, orang yang dicari itu bukan orang pintar dan hebat, karena itu banyak, tapi yang dicari itu orang yang jujur, dalam artian, jujur pada orang lain dan jujur pada dirinya sendiri, saat dia benar ya benar tapi saat salah ya salah, serta siap bertanggung jawab atas semua yang dikerjakan itu saja sebenarnya yang jadi syarat utamanya, Karena sudah sulit mencari orang yang seperti itu di muka bumi ini.

Banyak orang yang untuk bertanggungjawab sulitnya minta ampun,  ada yang karena mempertahankan reputasinya atau ada juga yang karena dia tidak sanggup untuk direndahkan, intinya tidak siap begitulah orang yang tidak mau bertanggungjawab. Kemudian bagaimanakah dengan kita?

About The Author

Comments

25 Responses to “Yang Nanggung dan Yang Jawab”

  1. manusiahero says:

    Pertamaxxxxxxxxxxxxxxxxx dulu…

  2. manusiahero says:

    ya lo gk bisa ya gomong aza kan dari pada tanggung jawab yang sama sekali dirinya tak mampu.. karena gengsi aza.. ngomong apa iki…

  3. aidicard says:

    mudahan saya termasuk org yg bertanggung jwb dgn segala kepercayaan yg diberikan..

  4. suryaden says:

    jaman sekarang banyak orang seperti itu, mau enaknya sendiri, mungkin memang harusnya begitu kali ya, mengapa harus sengsara… begitulah…

  5. LuxsmAn says:

    sampeyan koyone mek JAWAB thok….

  6. konon ada yang bilang, orang yang ndak mau bertanggung jawab terhadap apa yang diperbuat itu termasuk orang yang paling pengecut sedunia, mas novy. sekecil apa oun tindakan kita, agaknya memang kita perlu belajar bertanggung jawab. postingan yang reflektif dan mencerahkan, mas novy.

  7. pututik says:

    mungkin bisa mental kita separah itu, namun happy ending adalah kuncinya. jika kita masih diberi kesempatan maka tanggung jawab kita adalah segera memperbaikinya

  8. tanggung jawab adalah tanggung jawab… jangan ditawar, laksanakan segera…

  9. endar says:

    pertanggunjawaban memang hal yang berat jika tindakan kita banyak yang menyimpang. jadi inget pertanggungjawaban presiden kepada mpr

  10. marsudiyanto says:

    Berkunjung dan belajar…

  11. crow poc says:

    bner mas luxsman..

    enakan njawab timbangane nanggung…

  12. ajengkol says:

    SubahanaAllah makasih atas tausiyahnya … sering sering update dong Nop

  13. ciwir says:

    kuwi lho gambare kok ketoke enak tenan…

  14. ciwir says:

    jaman saiki pancen uwong pengen menange dewe.
    ora urusan karo wong liya, sing penting do slamet dewe2…
    prihatin aku…

  15. gajah_pesing says:

    sante ae cak… pancen enak kok dikon jawab tok… nek nanggung pancen resiko kudu mergawe sek…
    lo? ujug-ujug dikon tanggung jawab iki kenek opo?

  16. Tarqy says:

    tanggung jawab. jangan dipisah karena artinya menjadi beda.

  17. Rizal says:

    Semoga sya bisa menjadi org yg bertanggung jwab .. sukses selalu Bang Nopy …

  18. JAUHDIMATA says:

    tanggung jawab
    dua suku kata yang mudah diucapkan namun berat untuk dilakukan

  19. Novianto says:

    @ALL : Teriring harapan dan doa kita bisa amanah dengan tanggungjawab yang kita pikul

  20. yahhh namanya juga tanggung jawab
    harus ditanggung
    juga harus dijawab
    :)

  21. soulharmony says:

    Kau CURANG om!!!!!! itu jawaban saya……kenapa kau copy paste hiks….hehehehehehe

  22. Zian X-Fly says:

    Setuju! Sekarang sangat jarang orang mau tanggung jawab.

  23. Jimmy Ahyari says:

    Ada benarnya tulisan dan pertanyaan Anda. Namun, semua kembali ke pribadi masing-masing orang. Sekeras apapun gedoran pada pintu hati, yang membuka pintu tetap sang empunya rumah ;)

    Kemudian bagaimanakah dengan kita?

    Kalau Saya insyallah tidak akan menarik ucapan atau kata-kata Saya -selama itu benar- karena itulah jalan blogger Saya :D (nyontek kata-kata Naruto) ;)

  24. Nice site! Thanks for posting this! Be back soon keep it goin.

Leave a Reply