Benarkah ada dosa tak termaafkan diantara kita?
Posted By dunianopy on September 18, 2010

Setelah kita semua berperang dengan hawa nafsu, yang walaupun kadang kala juga belum tentu kita ini benar-benar berperang ataukah hanya pura-puranya main perang-perangan terhadap hawa nafsu, yang jelas, begitu kalimat takbir berkumandang diseluruh penjuru tanah air, maka katanya juga merupakan tanda kemenangan kita setelah sebulan penuh itu tadi kita berperang, sehingga outputnya adalah kembalinya diri ini menjadi seorang yang suci, bahkan diungkapkan kesucian itu seperti bayi yang baru lahir, tanpa dosa sedikitpun melekat dari diri ini.
Kesucian inilah yang sangat diharapkan diri kita semua yang menjalankan ibadah puasa itu di bulan ramadhan, karena bagaimanapun, kita semua butuh diampuni segala dosa yang sudah menumpuk sampai tak terhitung jumlahnya ini, sehingga bulan-bulan kedepan bisa dihadapi dengan mengawalinya pada kebersihan diri yang terhapus dosa-dosa pada pribadi ini.
Karena keinginan inilah maka terlihat sekali bagaimana kita semua beribadah yang sangat banyak di bulan ramadhan, bahkan di sepuluh hari terakhir memilih bermalam di masjid demi sebuah malam yang lebih mulia dari seribu bulan atau Lailatul Qadr. Di penghujung ramadhan, kita berebut tempat di kendaraan umum tak lain untuk mudik ke daerah kita masing-masing, dengan harapan saat Idul Fitri bisa berkumpul dengan orang tua dan para keluarga, semuanya dengan maksud selain bersillaturahmi dengan kerabat kita, juga berharap mendapat maaf atas segala kesalahan yang diperbuat diri ini baik sengaja maupun tidak.
Tak cukup itu saja, SMS, dan seluruh media kita berkomunikasi dengan semua yang kita kenal, dipakai untuk sarana saling bermaaf-maafan dari semua kekhilafan diri sebagai manusia yang lebih banyak berbuat salah dari pada benarnya. Semua permohonan maaf itu adalah dengan harapan kita bersih dihadapan Alloh karena ibadah puasa, serta bersih dihadapan sesama manusia karena saling bermaafan itu tadi.
Dari kesemuanya itu, satu hal yang sangat disayangkan, apabila dalam diri ini ibadahnya sudah sangat bagus,dari semua aspek, tapi untuk yang satu hal yaitu bermaaf-maafan dengan semua yang telah melakukan banyak kesalahan pada kita, tapi masih dengan beratnya belum bisa mengikhlaskannya, sehingga ucapan maaf hanyalah sebuah retorika pemanis lidah dan syarat formalitas hari Idul Fitri saja, Subhanallah……
Semua yang jadi harapan kita yaitu menjadi fitrah itupun bisa jadi sirna, karena ketinggian hati ini yang masih tidak beranjak untuk bisa bermaaf-maafan, karena di sanalah sebenarnya yang menjadi kunci bisanya kita menjadi bersih suci itu, dengan jabat tangan dan pelukan perusaudaraan yang iklhas untuk bermaafanlah maka semua jadi berbeda, hiduppun akan lebih bermakna. Untuk itu kembali kita renungkan dalam diri, Benarkah ada dosa tak termaafkan diantara kita semua?





Sungkeme tenanan Mas…
Khusuk sekali
kita harus saling memaafkan ya bang..
Skenario
@ulun : maafkan ulun…
@bang nopy : iya saya maafkan..
hore..abang sekarang maafkan ulun (dance)
salam kenal dari blogger semarang…
biar nggak terlalu berat saling memaafkan, makanya jangan minta maaf nunggu lebaran dateng. sepanjang waktu kok kita wajib minta maaf kalo salah. hehehe
nice Post…marilah kita saling maff2kan …
salam kenal y kawan….
good luck always