Saya dan DIA
Posted By dunianopy on April 27, 2011
Satu alasan paling mendasar saat saya ingin menulis ini adalah sebuah bentuk sangat malunya saya sebagai seorang manusia yang sering kali berkoar koar bahwa sangat percaya dan yakin bahwa Tuhan itu ada dan diri ini sebagai ciptaanNya sebagai makhluk sempurna dengan segala macam hal yang melekat dalam diri saya pribadi, sehingga sampai saat ini dengan label saya sebagai manusia diberi amanat sebuah tugas sebagai wakilNya di muka bumi yang kita semua tempati saat ini.
Hal tersebut di atas adalah realita yang sangat saya percayai dan yakini itu sejak mulai dapat mengenal segala sesuatu sebagai pelajaran dalam hidup dan kehidupan sampai dengan saat ini, sehingga seharusnya, saat itu semua sudah menjadi keyakinan dalam diri, maka sebenarnya sebuah keharusan adalah dapat menjadikan saya sebagai seorang manusia yang seutuhnya dengan segala Sumber Daya yang saya miliki sebagai anugrah Illahi Robbi pada diri saya.
Dalam kenyataan kehidupan sehari hari, ternyata inilah yang membuat semakin malu pada diri saya pribadi sebagai makhluk ciptaanNYA yang tercipta sebagai manusia ini, semua tidak lain adalah disaat menjalani aktivitas dalam segala aspek kehidupan, sangat terlihat bahwa saya masih sering masih banyak belum menerima banyak hal sebagai tanggungjawab saya sebagai manusia yang sudah memilah, memilih sehingga memutuskan itu harus saya lakukan, hal ini terbukti dalam banyak dalam kehidupan ini, saat saya menghadapi kendala dalam aktivitas hidup, masih sering saya menyalahkan orang lain, selalu mencari-cari alasan bahkan yang terparah sering mencari pembenaran atas kesalahan itu dengan dasar ketidakmauan saya bertanggungjawab sepenuhnya terhadap itu semua.
Ketidaktaudirian saya ini tidak cukup sampai disitu, seringkali ketika ambil contoh dalam diri ini, sebagai seorang blogger saja, saat merasakan bahwa enaknya ketika banyak orang mengenal saya, maka kesombongan dan keeogoisan saya sebagai seorang manusia langsung timbul dengan merasa sebagai seorang seleb, sehingga saking lupa dirinya, sering saya sombong dan angkuh, sebagai bentuk karena sudah merasa jadi orang top, dikenal banyak orang, menjadi tokoh di sana. Padahal saat saya sadar bahwa sang Khaliq menciptakan saya sebagai makhluk yang harus bersosial maka tidaklah sepantasnya saya berbuat dan berperilaku seperti itu, karena hakekatnya saya sebagai manusia harusnya adalah dengan penuh kerendahan hati, membuang segala kecongkakan dan atas dasar ketulusan diri untuk menjalin persaudaraan dengan banyak orang dengan semangat saling berbagi dan membawa manfaat.
Semua tidak cukup sampai di situ saja, karena ternyata saya pun yang meyakini sebagai makhluk sempurna seringkali ternyata membatasi kemampuan diri, dengan seakan akan merasa tidak mampu menjalankan amanah berupa tugas dan tanggungjawab dalam aktivitas hidup ini, saya lebih banyak mengeluh dan tidak mau menerima jika itu yang saya hadapi adalah kesulitan, sehingga lebih banyak seenaknya dalam menjalankan tugas itu semua. Ketika masalah muncul dalam diri saya, semua cenderung selalu mencari cari solusi yang mengenakkan, artinya tidak mau menerima bahwa kesulitan itu adalah bagian dari kehidupan yang harus saya lalui, karena memang manusia hidup itu akan melalui ada bahagia, ada juga susah, tapi saking tidak tau dirinya saya ini, kalau yang bahagia dan senang saja diterima, tapi ketika susah atau sulit itu datang, selalu saja mencari kompensasi dengan target adalah mengelak bahwa itu tanggungjawab saya dalam hidup ini.
Sungguh memang saya ini sangat tidak tau diri dari semua yang dengan sangat sengaja dan penuh kesadaran itu saya kerjakan. Ketidak taudirian saya yang seringkali membuat saya jadi orang yang sok tau, sok hebat dan sok luar biasa, tapi juga sok pengen enaknya sendiri, dan ternnyata itu sudah menyatu dalam diri saya. Benar-benar saat melihat itu, malu rasanya pada Sang Kholiq, karena kebodohan saya ini masih terpelihara dengan sangat subur dalam diri, untuk itu semua, lewat tulisan ini, bagi semua yang sudah menjadi marah, sakit hati dan jengkel bahkan mungkin dendam dengan saya atas ketidak tauan diri ini, saya mohon maaf yang sebesar besarnya, dan bagi para pembaca yang sempat membaca ini, dengan penuh kerendahan hati, tolong, ajarilah saya, bagaimana menjadi seorang manusia yang seutuhnya.





mas Nopy selalu berat deh kalo posting. hehe
selalu berbobot kek gini