Makna kemeredekaan

Posted By on August 6, 2011

Sebentar lagi, tepatnya tanggal 17 Agustus 2011, bangsa kita ini akan merayakan hari kemerdekaannya yang tahun ini tepat berusia ke 66 tahun. Sebuah perayaan yang setiap tahun selalu dimeriahkan dengan berbagaimacam lomba dan kemeriahan lainnya, sebagai wujud gambaraan nyata bahwa bangsa kita sudah bebas dari penjajahan yang telah ratusan tahun menjajah bangsa ini, sehingga membuat masyarakat menjadi sengsara, dan sangat menderita saat itu.

Ya, itulah sedikit potret nyata simbol yang dijadikan perlambang bahwa kita sudah bebas dan tidak seperti jaman nenek dan kakek serta buyut kita dahulu yang mesti kejar kejaran dengan tentara belanda atau sibuk mengungsi dari kekejian tentara jepang di masa itu. Jaman pun saat ini juga sudah sangat banyak perubahan yang terjadi, mulai dari pembangunan di mana mana serta kemajuan teknologi dan budaya, menjadi sebuah pertanda nyata adanya pembangunan disegala sektor, sebagai bukti kemerdekaan atas bangsa ini.

Kalau semua orang ditanya, pastinya jawabnya sama, yaitu dalam rangka kemerdekaan bangsa kita yang tercinta ini. Merdeka, itulah yang dirasakan kita semua sebagai warga di Negara yang bernama Indonesia ini.  Pertanyaan yang paling mendasar dalam diri adalah, benarkah kemerdekaan itu ada dalam diri kita masing-masing sebagai individu yang merdeka? Bolehlah bangsa ini dengan adanya proklamasi kemerdekaan, sudah terdeklarasi kalau sudah merdeka dari penjajahan, tetapi sungguh alangkah malangnya nasib diri ini, jika ternyata kemerdekaan itu tidak menjadi bagian dalam kehidupan kita sebagai manusia yang seutuhnya.

Kemerdekaan sebagai manusia yang seutuhnya, sering kali tidak nampak dalam diri pribadi, banyak dari tindakan yang secara tidak sadar, merupakan bentuk bahwa yang kita lakukan adalah representative dari keinginan orang lain, sehingga secara sadar ataupun tidak, ternyata apa yang kita lakukan adalah bukan merupakan keinginan pribadi. Kalau seperti itu yang sering kita kerjakan, benarkah kalau kita sudah merdeka?

Pribadi ini ternyata sudah kehilangan jati diri dan terjajah oleh kepentingan-kepentingan yang ternyata memang lebih menampakkan pesonanya, sehingga apa yang kita lakukan bukanlah cermin diri  merdeka dengan idealisme pribadi, yang mestinya dengan kemuliyaan yang diberikan Sang Khaliq dapat tercipta sebagai makhluk dengan kepribadian yang merdeka, sehingga semua langkah atas dasar dirinya sendiri yang berpegang pada kebenaran, kemaslahatan dan keberkahan itu tetap menjadi landasan berpijak, bentuk bahwa diri ini merdeka.

Sangat disayangkan memang, kalau ternyata dalam diri lebih merelakan dirinya sendiri terjajah, padahal sebenarnya ketika tidak menggadaikan idealisme dengan menjadi diri yang terjajah, sebenarnya akan dapat jadi seorang yang sangat luar biasa. Kalau realita yang terjadi adalah seperti ini, benarkah kita layak untuk menjadi orang yang benar benar merdeka lahir dan batin? Semua jawaban itu ada dalam diri kita masing-masing :)

About The Author

Comments

4 Responses to “Makna kemeredekaan”

  1. fazza says:

    :)
    negara ini belum merdeka
    masih di perbudak oleh para koruptor, orang yang bermain politik di negerinya sendiri :D

  2. angry birds says:

    :D , i have just visit this site, and i like this, so thanks for that information!

  3. Jangan mw dijajah.
    terus berusaha melepaskan diri dari sarang penjajahan

  4. gavee says:

    Semoga kita bisa berjuang untuk merdeka lahir dan batin pak.
    Salam.

Leave a Reply