EGOISME DAN AROGANSI

Dalam kehidupan bermasyarakat semua pasti lah mendambakan kehidupan yang tentram, tenang, sejahtera tanpa adanya gejolak. Kalupun ada masalah itu dapat segera diatasi sehingga tidak menjadi suatu masalah yang berlarut-larut bahkan nantinya menyababkan timbulnya masalah baru  dalam kehidupan. Idealnya  dalam kehidupan ini apabila dapat terwujud ketentraman, maka masyarakat akan dapat melaksanakan segela aktivitas kehidupan dengan tenang, dan damai. Suatu potret kehidupan bermasyarakat  yang diinginkan tersebut, sebenarnya sebuah kondisi yang secara realitanya akan dapat tertwujud apabila dalam diri  masing-masing dari kita mempunyai semangat saling hormat menghormati antara satu dengan lainnya, dengan mengedepankan kepentingan bersama yang di landasi untuk meraih kebaikan. Pijakan dalam melangkah selalu dapat berbesar hati dalam menghadapi masalah  serta konflik, dan senantiasa berpedoman bahwa kita ini berfikir tentang apa yang dapat dilakukan dengan aktivitas kebaikan.

Disadari ataupun tidak, dalam kenyataan masyarakat dewasa ini, mulai dari lingkup yang kecil sampai dengan lintgkup yang besar pada konteks berbangsa dan bernegara, masyarakat yang tergambar diawal tadi sangatlah sulit untuk  terwujud, semua tak  lain diakui maupun tidak bahwa kita masih sangat jauh untuk mempunyai sifat-sifat kemanusiaan  yang sangat mulia tersebut. Dalam berkiprah secara sabar atau pun tidak kita masih lebih sering untuk ingin menonjolkan diri pribadi sebagai prioritas utama  daripada yang lainnya, sehingga sering kali dalam langkah kita masih  saja dijumpai penuh dengan sifat-sifat egoisme yang tinggi serta arogansi diri yang besar.

Mungkin dalam kehidupan ini kita dalam posisi yang tinggi, katakanlah sebagai pimpinan perusahaan atau diposisi yang lain, dimana sah-sah saja kita pergunakan egoisme dan arogansi  tersebut dalam mealangkah, tanpa memperhatikan faktor-faktor lain, yang itu berdampak apabila terjadi ketidaksesuaian dengan dirinya maka semua itu mau atau pun tidak, pasti akan membawa dampak yang jelek bagi diri orang tersebut.

Sungguh sangatlah kondisi yang dilematis, dimana kita semua menginginkan semua itu dengan penuh kedamaian, disisi lain dalam diri masih perpedoman pada sifat-sifat yang buruk, sehingga  menyebabkan masalah demi masalah akan timbul yang nantinya pasti akan menganggu keseimbangan hidup yang telah terbina dengan baik. Ini  menjadi gambaran nyata sekaligus juga bisa menjadi renungan kita semua untuk  sama-sama menjauhi sifat buruk tersebut, sehingga dalam melangkah,  maka hendaknya kita dapat melangkah dengan penuh kerendahan hati, kesabaran serta berbesar hati dalam setiap kondisi. Hal terpenting adalah  menjaga setiap perkataan yang keluar dari lesan ini serta tidak mudah tersinggung dengan orang lain, sehingga tidak berdampak yang  menyakiti hati orang lain, walaupun mungkin semua itu sudah menjadi kebiasaan kita.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*