KETIKA BOHONG ITU “INDAH”

 

Kalau kita ditanya,pernahkah bohong??? rata-rata atau mungkin  semua respoden yang menjawab, jawabanya adalah pernah, baik itu muda ataupun tua. Mayoritas kita pernah melakukan suatu kebohongan, dan itu juga beragam, ada yang bohong besar atau bohong kecil, semua tergantung kondisi saat kita melakukan kebohongan tersebut. Begitu  juga  dengan  efek  dari kebohongan itu, ada berdampak luas, ada pula yang berdampak biasa-biasa saja. Sulit rasanya kalau kita hilangkan dari diri ini yang namanya kebohongan, karena memang hal yang satu ini  di akui ataupun tidak  sudah mendarah daging pada diri kita semua, yang dalam arti kata lain ini sudah menjadi perilaku kita sehari-har

Kebohongan sudah menjadikan itu suatu sifat dasar dalam berprilaku sehari-hari saat berinteraksi dengan orang, cuma yang mesti kita perhatikan disini serta di jadikan pedoman, adalah bagaimana saat kita melakukan kebohongan tersebut adalah menjadi sebuah tindakan yang berdampak kebaikan, bukannya kebohongan yang bisa berdampak jelek  atau kebohongan  yang di pakai untuk berkamuflase ini dan itu, sehimgga saat awal kita melangkah dengan kebohongan maka langkah berikutnya juga dengan kebohongan untuk menutupi kebohongan sebelumnya, dan ini begitu seterusnya

Coba kita lihat bersama, saat kebohongan dilakukan untuk kebaikan, maka itu  sebenernya suatu hal yang nantinya akan membawa suatu kabaikan, tapi saat kebohongan itu untuk dilakukan untuk menutupi  sebuah kebobrokan, atau untuk berkamuflase ,serta melakukan penipuan pada banyak orang, sehingga dampaknya menyebabkan orang lain di rugikan. Hal yang seperti ini lah yang harusnya kita hindarkan  jauh-jauh dari diri kita ,dan itu semua harus  dengan kesadaran  driri untuk tidak melakukanya.

Sama-sama kita latih diri kita untuk terhindar   dari melakukan  kebohongan yang itu berdampak buruk baik bagi diri kita  dan umumnya bagi orang lain, karena ini lah sebenarnya yang menjadi salah satu sebab rusaknya moral diri, semua salah satunya   berawal dari kita yang sering melakukan kebohongan dan ini kemudian di tutupi dengan melakun kebohongan yang lain nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*