BEGINILAH KALAU SIBUK

Pernah suatu saat ada seseorang yang bertanya kepada saya, “mas sampean kerja nya apasih, kok kelihatannya setiap hari cuma duduk di kursi kerja dan di depan laptop ndak kemana-mana,  ndak seperti orang lainya kalau di lihat dari kesibukannya yang luar biasa?” begitu satu pertanyaan itu muncul dari salah seseorang teman, langsung saja kok ya spontan jawab nya dengan nada bercanda,”lho saya ini sibuk juga, ngawur aja, sibuk online, sambil ngakak”.

Sibuk, sebuah kondisi yang tidak dapat di hindari oleh seorang manusia  baik yang muda maupun yang sudah tua, semua dengan kesibukan masing-masing dan beragam pula juga jenisnya. Setiap pagi dapat kita lihat aktivitas orang, mulai dari  yang mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah, sampai dengan berangkat untuk mencari nafkah, sebuah rurinitas kesibukan yang luar biasa kalau kita lihat itu semua sebagai kenyataan sehari-hari.

Suatu hal yang sering kali jadi pertanyaan dalam diri kita, orang itu yang di katakan sibuk itu sebenarnya bagaimana to? apakah dengan aktivitas yang begitu padat nya di katakan dia adalah orang sibuk, ataukah karna aktivitasnya sehingga sulit mengatur jadwal akhirnya di katakan orang sibuk, ataukah mungkin ada suatu definisi kategori lainya orang sibuk? karena ada orang yang mengakui dia sendiri merasa dia tidak sibuk, karena masih masih dapat mengkondisikan acara yang di luar jadwal kegiatan nya dia, padahal kalau orang lain melihatnya, kondisi nya adalah  orang yang sibuk, tapi ada yang sebaliknya ada yang mengakui dirinya sibuknya minta ampun sedangkan orang lain itu dapat menglihat dirinya sebenarnya  dari aktivitas nya adalah bukan orang yang sibuk.

Kesibukan diri memang tidak dapat kita hindari, karena semua itu adalah  sesuai dengan tanggung jawab yang di emban kehidupan kita sehari-hari, semua itu haruslah dikerjakan dengan penuh tanggung jawab sebaik mungkin. Satu hal yang sebenarnya mesti kita hilangkan sebagai suatu kebiasaan hidup, yaitu kecerendungan yang sok sibuk atau berpura-pura sibuk untuk menghindari tanggung jawab yang lainya, karena jika hal yang demikian itu kita kerjakan, berarti sama saja tidak dapat amanah dengan apapun yang telah di embankan pada kita sendiri.

Ada hal yang semestinya kita jangan sampai kehilangannya. Sesibuk apapun diri kita, jika ini hilang, maka termasuklah golongan sia-sia yang disebabkan oleh kesibukan kita. 1. Hilangnya keimanan kita semua saking sibuknya sampai akhirnya melalaikan ibadah serta kaidah-kaidah spirutual 2. Hilangkan akal sehat, karena kesibukan berdampak apa yang dikerjakan jauh dari nalar dan kadang ngawur, 3. Hilangnya persaudaraan, yang sering timbul adalah kesibukan kita yang sanggat besar akhirnya melupakan untuk kebersamaan dan berakibat merenggangkan silatuhrahmi atau bahkan memutuskannya. semoga ini janganlah ini terjadi pada diri kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*