MENATA DIRI BELAJAR DARI SANDAL

Seberapa sering muncul keluhan bahwa kita harus menata hati, bagaimana kita harus menjaga diri. Tentang hal itu, ada satu pelajaran yang dapat kita petik dari sebuah pembelajaran orang kita dulu, yaitu tentang bagaimana menata hati menata diri dari pelajaran sebuah sandal. Sandal itu kalau kita lihat bentuk fisiknya macam-macam, harganya pun mulai yang paling murah sampai yang berbahan kulit mahal bahkan sampai yang harganya jutaan karena mungkin merk nya, bahan yang berkualitas.

Pelajaran menariknya adalah semahal mahalnya sandal itu selalu tempatnya tetap dibawah, di injak injak, dan ketika melewati kotoran yang najis, sandal juga menginjaknya dan bersentuhan langsung dengan kotoran tersebut, sehingga apabila kita pergi ke masjid misalkan maka sandal itupun wajib hukumnya untuk dilepas, sehingga hanya kaki kita yang berjalan ditempat tersebut.

Ini sebuah pembelajaran bagi kita untuk dapat memahami diri untuk dapat menata hati, menata diri kita dengan baik dari filosofi sandal itu. Sehebat apapun ilmu kita, sehebat apapun kemampuan, sekaya apapun materi yang dimiliki, ingatlah bahwa  tetaplah seorang manusia biasa, yang hakekatnya ini adalah manusia yang penuh dengan kelemahan. Hingga saat kita pahami konteks itu, tidak pantaslah untuk bersombong diri, walaupun atributnya besar, banyak, hebat.

Disamping itu satu yang juga mesti kita pahami, sandal walaupun harganya murah, tetapi jasanya sangat besar untuk melindungi kaki penggunanya, itu tidak dapat kita indahkan begitu saja. Sandal itu menjadikan sipenggunanya kakinya terlindungi dari benda benda yang akan melukai kakinya, bahkan yang mengotori kaki itu semuanya dilindungi oleh sandal, yang walaupun harganya sangat murah. Ini juga pembelajaran penting bagaimanapun kita harus selalu membawa manfaat bagi orang lain, semestinya membawa kemasalahatan, sehingga kehadiran kita itu adalah yang selalu di nanti nantikan, semua tidak lain dengan hadirnya kita dimasyarakat, lingkungan dapat merasakan manfaat yang baik dari keberadaan ini.

Pemahaman supaya mampu membawa kemanfaataan bagi orang banyak, sehingga semestinya kita bersikap tetap tidak tinggi hati,  dengan materi, kepandaian yang dimilki, senantiasa mampu memiliki semangat untuk membawa manfaat membawa kemaslahatan bagi sesama manusia inilah orientasi kehidupan kita, sehingga manusia yang lain itu menyenangi kehadiran kita, selalu menantikan kita.

Begitu juga mesti dipahami bahwa sandal akan selalu mengikuti siapa yang menggunakannya, kalau sandal itu di gunakan oleh seorang tokoh agama, maka yang ia lakukan adalah akan menghadiri acara acara keagamaan, disanlah tempat yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan. Maka dari itu hendaklah kita berkumpul dengan orang orang yang baik, karna jika sandal itu yang menggunakan adalah orang yang senang maksiat, maka pasti akan senantiasa menginjakkan kaki nya ditempat maksiat, karena sandal itupun akan mengikuti ditempat maksiat tersebut.

Marilah kita bijak untuk dalam berkawan, bergaul, ataupun bersahabat, seperti hal nya sandal ini mau dipakai siapa saja. Kalau kita pahami tiga hal tersebut maka apapun yang menjadi tindakan dan perilaku kita akan mendapat respon yang baik sehingga kebaikan bagi kita semuanya itu akan terwujud dengan adanya kita disana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*