BELAJAR DARI KOLAM PANCING

Salah satu kegiatan yang paling kusenangi yaitu mancing, acara yang satu ini benar-benar membuat saya kelupaan waktu lho kalo sudah berangkat sama teman-teman, biasanya saya berangkat mancing hari sabtu atau minggu, karena biasalah, itu kan hari libur alias hari nyatai kita gitu lohh *Maklum kita kan kalo hari biasa ada kerjaan* biasanya juga saya mancingnya di daerah tambak sana, ya bagi yang seneng sama mancing tempat itu udah ndak asing lagi

Di area tambak itu banyak sekali tempat kita bisa mancing, biasanya ada yang milih mancing di tambak bebas, ya ini yang cari mancing gratisan, ikannya yang bisa di pancing mujaer, karena kalo mujaer kata orang yang punya tambak, ibarat ikan penganggu, tapi kalo yang pengen mancing dapet ikan agak besar, biasanya ke tempat kolam pancing yang disana memang dibuat khusus bagi yang ingin mancing, ikannya juga macem-macem, ada yang cuma bandeng saja, ada yang bandeng dan mujaer, itu semua jenis ikan yang di air payau, alias pake’ tambak

Kalau kolam air tawar, di sana juga ada, ikannya biasa yang dipelihara dan bisa dipancing, mujaer, bawal, gurame, wah pokoknya asyik banget deh kalo mancing itu, apalagi kalo kita pas dapet ikan, sensasinya itu, ruaarrrr biasa……..

Sambil menunggu ikan makan umpan ini, terlintas sebuah pelajaran semalam tentang bagaimana keutamaan amal jariyah, yang satunya adalah akan mendapatkan balasan berkali lipat dari apa yang kita berikan sebagai amal tersebut. Hal ini persis seperti analogi saya yang sedang mancing kali ini. Esensi mancing kalau dipahami adalah, ada umpan dan ada ikan hasil pancingan kita. Antara berat umpan dan berat ikan yang dapat walaupun yang sangat kecil sekalipun ikan itu, dipastikan beratnya berlipat kali dari berat umpan yang kita pakai. Dari analogi mancing pula dipahami bahwa ikan akan memakan umpan yang kita kaitkan pada kail di pancing itu, dengan kata lain umpan adalah sebuah kewajiban yang mesti kita siapkan untuk mendapatkan ikan

Konteks amal jariyah mengajarkan bahwa untuk mendapatkan hal yang besar, dibutuhkan umpan itu sendiri berupa amal kita, semakin besar amal maka akan semakin besar manfaat yang akan kita rasakan dalam kehidupan ini, untuk itu jangan pernah ragu untuk beramal jariyah.

Tanpa terasa eh ternyata kail dimakan ikan, dan alhamdulillah seekor gurami yang lumayan menancap di kail pancing yang saya siapkan, akhirnya, siap siap bakar bakar gurami ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*