KECEWA ITU MENGECEWAKAN

Sering dalam hidup ini mengalami hal yang menyebabkan diri kecewa dengan apa yang kita terima. Luapan kecewa ini berbagai macam, mulai dari hal yang dinilai biasa saja sampai pada hal yang berdampak besar bagi kehidupannya sendiri bahkan juga tidak jarang dapat berdampak pada orang lain juga.

Seiring dengan berjalanan waktu, pertanyaan mendasar saat diri ini mengalami kekecewaan, ada pertanyaan yang patut ditanyakan dalam diri ini. Saat kecewa muncul pada diri ini, benarkah itu merupakan sikap yang benar dan patut untuk dimiliki dalam pribadi kita? Ada sebuah kaidah yang perlu kita jadikan pegangan dalam hidup ini, apabila kecewa yang kita alami ini terus menjadikan diri ini lebih baik dan justru menjadikan jalan lompatan kehidupan yang dasyat kearah kesuksesan, maka kecewa ini akan bagus, tetapi kemudian ketika kecewa ini menambah kita jadi terpuruk dan menambah permasalahan, pertanyaan lagi kemudian muncul, apa untungnya saya kecewa

Luapan kekecewaan ini dari satu sisi dapat berupa refleksi atas kelalaian kita, tapi disatu sisi dapat berupa luapan emosional kita, dan berujung pada banyak hal yang merugikan, disamping itu juga dapat merupakan jalan untuk tidak menerimakan diri kita pada apa yang menjadi takdir dari Alloh SWT. Yang sering adalah ketika kekecewaan ini justru menjadikan tempat menjadikan orang lain kambing hitam atas kesalahan diri sendiri bahkan yang lebih para meluapkan kesalahan itu pada ketidak adilan Sang Kholiq, Naudzubillah Min dzalik.

Dari sinilah, mari kita sama-sama refleksi dalam diri masing-masing, seberapa banyak kita sering kecewa dalam hidup ini yang menyebabkan semakin diri ini jauh dari syukur nikmatNYA, sehingga kecewa ini menyebabkan hal yang mengecewakan, atau seberapa banyak kekecewaan itu justru menjadi koreksi dan instropeksi diri bahwa betapa perlu banyak perbaikan atas diri ini yang telah melakukan hal yang tidak benar, sehingga justru menyebabkan kegagalan dalam kehidupan.

Semoga kita termasuk golongan orang yang justru tidak larut dalam kekecewaan yang justru membawa pada semakin terpuruknya hidup ini, sehingga saat ini tetaplah kita selalu optimis dan menghadapi hidup penuh semangat, dan apabila kegagalan menghampiri, maka tidak terjebak dalam kekecewaan, tapi refleksi dalam diri untuk mempunyai lompatan yang tinggi menjadi lebih baik dalam meraih kesuksesan, amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*