Berawal dari sebuah Kopdar

Posted By dunianopy on January 28, 2009

cimg5173_resizeDalam istilahnya kopdar itu berarti kopi darat, dimana dalam suatu komunitas kita bisa  saling bertatapmuka secara fisik antara satu dengan yang lain, benar-benar suatu ritual yang memiliki efek besar bagi kita semua yang berafiliasi dengan lingkungan tersebut. Disadari ataupun tidak, semua yang berawal dari sebuah kopdar, itu bisa membuat pola pikir diri kita jadi macam-macam, yang akhirnya berefek pada aktivitas kita dalam keseharian.

Pada ritual kopdar itu, ada bermacam-macam orang dengan karateristik yang beraneka ragam pula, ada yang dia itu pendiam, rame, tampang serius, nyantai atau apalah yang ada disana, semua berkumpul jadi satu, beraneka ragam hal dibicarakan disana, baik dan jelek dah ngumpul semua sebagai bahan obrolan yang segar, semua itu seakan menjadi suatu tempat pelampiasan rasa penasaran antara satu dengan yang lain manakala bisa bertemunya hanya sebatas YM, plurk, saling kirim coment, yang intinya hanya perjumpaan di dunia maya saja.

cimg6347_resizeDari obrolan-obrolan  selama kopdar ini sering pula banyak hal terjadi, dan itu beraneka ragam, mulai dari dimulai serta diakhirinya sebuah kisah cinta dua insan, kerjasamabisnis yang bersimbiosis mutualisme antar keduabelah ihak, persaudaraan serta sekaligus bisa terbentuk permusuhan, ide-ide yang mulanya konyol bisa berubah menjadi ide yang sangat luar biasa atau sebaliknya,  karena banyaknya pola pikir yang berinteraksi dalam kopdar, orang bisa menjadi berubah lebih baik atau bahkan sebaliknya lebih keji dari sebelumnya, ini pula juga karena lingkungan dalam kopdar itu yang mendukung jadi seperti itu.

img_0120_resize img_0155_resizeKebersihan dan ketulusan hati hanya untuk menumbuhkan persaudaraan serta bersikap atas banyak hal untuk rasa kepedulian kitalah yang membuat suatu bentuk kopdar ini jadi lebih bermakna, lebih bermanfaat serta lebih membawa berkah, semua ndak perlu pikiran yang macem-macem dengan kopdar itu, kecuali memang tidak bisa dipungkiri jika ada orang-orang yang dengan kepentingannya dia merasa sangat tidak nyaman dengan ritual ini, ambil saja contoh saat kita berkumpul bersama dengan jumlah yang banyak di tempat umum, tentunya banyak para penjual makanan berharap dagangan mereka cepat habis karena kita beli, tapi jika ternyata yang berkumpul ini sudah membawa makanan yang sangat banyak untuk dikonsumsi orang2 yang bergabung disana, pasti lah para penjual jajanan itu akan terusik, nih orang-orang sudah ndak pernah kemari, udah gitu langsung menuh-menuhin tempat, pengunjung yang lain jadi ndak bisa ke sini, udah gitu ndak beli jajanan, bawa sendiri lagi, rugi aku…,omelan, cacian atau yang lain mesti terucap dari penjual jajanan ini karena merasa dirugikan, dan karena kalau mereka anarkis pasti bermasalah, akhirnya ngumpat itu tadi, atau lempar batu sembunyi tangan, atau banyak contoh lainnya yang bisa kita lihat sebagai wujud kalau kita ini masih memegang bagaimana berakhlaq karimah hanya sekedar kata-kata manis, dakwahan saja atau sekedar formalitas identitas supaya terlihat alim dan baek.

Ini benar-benar sangat memprihatinkan sekali di jaman yang sedemikian ini, yang katanya berakhlaq, memegang kaidah tata krama sebagai identitas bangsa, karena akhlaq yang karimah itu serta bertata krama bukan hanya kata manis, tapi harusnya sebuah implementasi aplikasi dalam kehidupan, saya ingat juga apa kata guru saya, kalau orang itu yang dilihat bukannya jidat yang hitam karena sholat trus, kaki yang bengkak karena dzikirnya banyak atau ahli tirakat, karena itu ndak ada artinya apapun tanpa dimilikanya sebuah akhlaq yang karimah…. orang yang ibadah sedikit tapi akhlaqnya mulia itu jauh lebih dicintai dari banyak ibadahnya tapi akhlaqnya mencong

img_0320_resize_resizeSemua berawal dari sebuah kopdar, disanalah terdapat ribuan bahkan jutaan romantika yang bisa kita dapat disana, dan untuk romatika yang baik  itu tadi, gunakan Kebersihan dan ketulusan hati hanya untuk menumbuhkan persaudaraan serta bersikap atas banyak hal untuk rasa kepedulian kitalah yang membuat suatu bentuk kopdar ini jadi lebih bermakna, lebih bermanfaat serta lebih membawa berkah, Amin

About The Author

dunianopy

Comments

17 Responses to “Berawal dari sebuah Kopdar”

  1. Semoga sambutan alakadaranya yang diberikan Blogger Bengawan berkenan bagi rombongan peserta Ziarah Wali, salam hangat selalu dan ditunggu lagi kehadirannya di kota Solo…

  2. arqu3fiq says:

    Betul sekali kata mas Nopi. Dan itu sudah aku mulai sejak awal. Aku sudah bersabar mengunjungi blog semuanya yang merasa. Tapi tak kunjung dapat kunjungan balik, 1,2,3 kali aku memakluminya mungkin dikarenakan sibuk. malah ada jg dgn alasan gag tau link nya (inoncent-????? ). Ya udah akhirnya dgn kesabaran hati gag akan pernah balik lagi setelah ke sekian kalinya.

    ????????

  3. Didiet says:

    Wah akhirnya bisa juga membuka dunianopy.com

  4. MQ Hidayat says:

    Manstap Kawan..
    Mudah2an ini jadi salah satu bahan untuk kita berbenah dan melangkah lebih baik lagi.
    dan ngomong2 soal kopdar, asyik memang dunia kayak yang tertulis di atas. Rasane smuanya berwarna.. :)
    *kok mbungungno ngene? mbuh lah, aku yo ra mudeng*

  5. peyek says:

    wali limo, ayo!

    plus Wali Khutub, Habib Bakar Assyegaf!

  6. dari sebuah kopdar mncul pemikiran2 kreatif untuk menanggalkan sikap2 tertutup dan eksklusif yang selama ini masih menghinggapi kompleks blogosphere. semoga ada hikmah di balik kopdar itu, mas nopy. makasih banget silaturahminya. semoga masih terus berlanjut pada waktu2 mendatang. salam silaturahmi.

  7. arifudin says:

    selamat dan sukses ziarah wali blogger :)

  8. just Bryan says:

    Hidup Kopdar!!hehehe…

  9. Fenty says:

    yaay … hidup kopdar … *response gak guna ya, mas?* hahahahaha …

  10. denologis says:

    karena blogging itu online dan offline. :D

  11. Andy MSE says:

    pasti romantika yang berkesan adalah romantika kempis-kempis nanjak gunung dan gua seprawan… hehehe

  12. aRai says:

    yuk kapan kita kopdaran lagi :D

  13. k.u.c.l.u.k says:

    HIDUP KOPDAR POKOKE

    SING PENTING NAMBAH DULUR

  14. [...] kan penghubung), Mantan Kyai dan mas Dion Det. Kemudian datang beberapa teman yang lain seperti mas Novi, mas Gajah Pesing (sopo to jenengmu asli mas?) dan mas Fitra. Untuk yang belum saya sebutkan, mohon [...]

  15. suryaden says:

    semoga persaudaraan yang sudah rekat, akan awet sepanjang jaman…

  16. Assalamualaikum…. Tuuuut……

    Itulah Kopdar… wehehehe….

  17. iBnu says:

    aku seumur2 blom pernah kopdar

Leave a Reply