Egoisme dan Arogansi
Posted By dunianopy on April 28, 2009
Dalam kehidupan bermasyarakat, semua pastilah mendambakan kehidupan yang tentram, tenang, sejahtera tanpa adanya gejolak, kalaupun ada masalah itu dapat segera diatasi sehingga tidak menjadi suatu masalah yang berlarut-larut bahkan nantinya menyebabkan timbul masalah baru dalam masyarakat. Keidealan dalam kehidupan ini apabila dapat terwujud maka masyarakat akan bisa melaksanakan segala aktivitas kehidupan dengan tenang, dan damai.
Suatu potret kehidupan bermasyarakat yang diinginkan tersebut sebenarnya sebuah kondisi yang secara realitanya akan bisa terwujud apabila dalam diri masing-masing dari kita mempunyai semangat saling hormat menghormati antara satu dengan lainnya, dengan mengedepankan kepentingan bersama yang dilandasi untuk meraih kebaikan, pijakan dalam melangkah selalu bisa berbesar hati dalam menghadapi masalah serta konflik, dan senantiasa berpedoman bahwa kita ini berfikir tentang apa yang bisa dilakukan demi kebaikan.
Disadari ataupun tidak dalam kenyataan masyarakat dewasa ini, mulai dari lingkup yang kecil sampai dengan lingkup yang besar pada konteks berbangsa dan bernegara, segala yang diharapkan bersama sebagai perwujudan masyarakat yang tergambar di awal tadi sangatlah sulit untuk bisa terwujud, semua tak lain diakui maupun tidak kita ini masih sangat jauh untuk mempunyai sifat-sifat kemanusiaan yang sangat mulia tersebut. Dalam berkiprah secara sadar ataupun tidak kita masih lebih sering untuk ingin menonjolkan diri pribadi sebagai prioritas utama daripada yang lainnya, sehingga seringkali dalam langkah kita masih saja dijumpai penuh dengan sifat-sifat egoisme yang tinggi serta Arogansi diri yang besar
Memanglah mungkin dalam kehidupan ini kita dalam posisi yang tinggi, katakanlah sebagai pimpinan perusahaan atau di posisi yang lain, dimana sah-sah saja kita pergunakan egoisme dan arogansi tersebut dalam melangkah, tanpa memperhatikan factor-faktor lain, yang itu berdampak apabila terjadi ketidaksesuaian dengan dirinya maka semua itu mau atapun tidak pasti akan membawa dampak yang jelek bagi diri orang tersebut.
Sungguh sangatlah kondisi yang dilematis, dimana kita semua menginginkan semua itu dengan penuh kedamain tapi disisi lain dalam diri masih berpedoman pada sifat-sifat yang buruk sehingga bisa menyebabkan masalah demi masalah akan timbul yang nantinya pasti akan mengganggu keseimbangan hidup yang telah terbina dengan baik. Ini bisa menjadi gambaran nyata sekaligus juga bisa menjadikan renungan kita semua untuk bisa sama-sama menjauhi sifat buruk tersebut sehingga dalam melangkah, kalau dikutib dari sebuah kita, maka hendaknya kita bisa melangkah dengan penuh kerendahan hati, kesabaran serta berbesar hati dalam setiap kondisi dan yang paling penting adalah bisa menjaga setiap perkataan yang keluar dari lesan ini serta tidak mudah tersinggung dengan orang lain, sehingga tidak berdampak yang bisa menyakiti hati orang lain, walaupun mungkin semua itu sudah menjadi kebiasaan kita.




wah sama-sama ndak bagus tuw
Mari hidup tenang dengan kerendahan hati, penuh keikhlasan dan rasa syukur…
Bisa dikatakan SAH jika sesuai dengan kadarnya mengingat demi kepentingan bersama
mari berbenah diri..
mari saling menjaga perasaan dan tingkah laku, agar dapat saling menghormati dan tercipta iklim bermasyarakat yang indah dan damai…
Saya masih perlu banyak belajar, kapan nih Pak Haji kita bisa kopi daratnya..he..he..
semoga yang ada dalam negeri ini saling pengertian saling menghargai
Mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai darisekarang… 3M…
Mari kita bercermin dari kesalahan yg di masa lalu dan sekarang bangkitlah untuk membenahi diri masing2..
ketika materi, uang, dan harta benda menjadi tujuan hidup…, maka disaat itulah egoisme dan arogansi merajalela…
lah aku urutkan keberapa ya,,,
kebiasaan melekat,..hahaha
Saya cape liat gituan. Mending pindah ke arab yuk, disana lebih enak
selama sikap arigan dan ego itu bersarang dalam batin manusia, agaknya kehidupan akan terus bergejolak, mas nopy. mungkin ada baiknya, setiap orang perlu belajar dan melatih kecerdasan emosi, sehingga bisa mengontrol nafsu utk mengumbar egoisme dan arogansi.
2 hal yang kalo kita emosi tinggi itu mesti keluar, duh gimana ya supaya bisa sabar dan ndak arogan serta egois, mungkin panjenengan tau? hehehe ayo kapan kumpul2 iki…
Walah kowe iki Blogger to tiba’e Nov, kok pas nemu blogmu nang FS, walah, hayo sopo aku kie, tebak’en.. hehehe
Sek tak komen aku yo, dua hal itu wes to angel banget buat dihilangkan, masalahnya dah jadi sifat dasar seh
semuanya sepertinya ada….tapi kadarnya aja yang berbeda
menjadi untuk tiak egois memang sulit..
makanya kita harus berlatih sejak dini..