Kebersihan hati di hari kemenangan

Posted By dunianopy on September 23, 2009

lebaran-2

Dalam diri satu hal yang selalu jadi pertanyaan sebuah kegelisaan yang besar setiap kali ramadhan itu datang dan saat akan berakhir, yaitu benarkah diri ini siap menempa diri dalam bulan yang suci itu sehingga hasil tempaan itu bisa menjadikan diri lebih baik dalam menjalani hidup di luar ramadhan, dan berhasilkah tempaan itu, kenapa itu selalu menjadi kegundahan tersendiri, karena diakui bahwa kualitas ketaqwaan saya jauh sekali, puasa yang dikerjakan bisa jadi sangat buruk, yang hanya menahan lapar dan dahaga saja didapat selama sebulan, ibadah juga pas-pasan, dan hati ini riang saat puasa selesai, karena bebas dari beban yang rasanya datang saat ramadhan

Semua yang didapatkan saat puasa hanya sebuah formalitas, karena semangat ibadah yang didapatkan hanya karena melihat orang berbondong bondong meningkatkan ibadah, jadinya kita juga ikut-ikutan, semua bukan karena kecintaan hati yang bergembira saat bulan penuh berkah itu datang. Bagaimana mungkin diri akan jadi orang yang taqwa kalo semua seperti ini? Sedih memang dirasa sepert itulah yang terjadi dalam diri saya pribadi.

Kebersihan hati? Benarkah saya ini sudah bersih hati setelah ramadhan? Padahal rasa marah, jengkel sama orang seringkali dengan ucapan maaf saja tidak bisa menghilangkan rasa itu, dan masih saja rasa sombong, dan berpamer diri sering jadi landasan diri untuk berperilaku, lha dimana bersih hati itu pada diri? Tambah kotor juga ternyata hati ini, dan kemengan? Ini lebih aneh lagi, kemenangan dari mana juga, mungkin menang karena setiap acara buka puasa lebih bisa menghabiskan hidangan lebih banyak dari yang laennya, ya mungkin itu kemenangan diri, tapi kalau kemenangan mengalahkan hawa nafsu, kelihatannya masih belum dan masih jauh itu, wong buktinya puasa masih diumbar yang namanya hawa nafsu itu

Inilah yang selalu jadi momok diri setiap tahun, dua buah pertanyaan yang tidak bisa sanggup untuk menjawab dengan penuh keoptimisan dalam diri saya pribadi, yaitu sudah bersihkah hati ini, dan sudah meraih kemenangan kah saya di saat ramadhan usai? Semoga anda semua tidak seperti saya dan jauh lebih baik dari saya

Sekaligus tak lupa saya mengucapkan Taqqobal Allohu Minna Wa Minkum Syiyama wa Syiyamakum mohon maaf lahir dan batin Minal Aidzin wal Faidzin, karena terlalu banyaknya kesalahan saya yang lebih banyak disengaja daripada yang tidak sengaja.

About The Author

dunianopy

Comments

8 Responses to “Kebersihan hati di hari kemenangan”

  1. luxsman says:

    karena saya orang yang baik hatinya permohonan maaf diterima, silakan tunggu 1×24 jam untuk pengambilan maaf

  2. KangBoed says:

    Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
    Malam penghujung hari yang indah ini
    Genderang Perang sudah di tabuh.
    Pekik Kemenangan dikumandangkan
    Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
    Suara Riang Gembira berkeliling kota
    Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama
    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”
    Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Bebenah dan jadikan momentum kemenangan ini
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih
    Tiada kata yang terungkap lagi
    Mari kita bersama menyambut hari yang FITRI
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Dari :
    ” Kang Boed Sekeluarga “
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  3. KangBoed says:

    Satu kata yang tiada tergantikan
    Kata MAAF nan tulus dan ikhlas
    Keluar dari lubuk hati terdalam
    Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Buruk laku tindak tandukku
    Hanya Harap dan MAAF terucap
    Mudah mudahan esok lebih baik
    Saat Hari Kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    Murnikan Jiwa dalam genggamanNYA
    sucikan keping hati di hari nan Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Dari :
    “Kang Boed Sekeluarga”
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllllllllll

  4. manusiahero says:

    berelaan ya bang…. pengenyA sih berantem dulu ma abang baru maaf2an kita…heee

  5. dhodie says:

    Taqabbal Ya Karim Mas Nopy.. kembali kosong-kosong ya hehehe

  6. iyul says:

    Guss…. udah comment yaaa. :D

  7. selamat idul fitri, mohon maaf, moga kita diberi kesempatan bertemu ramadhan berikutnya.

  8. yummy says:

    amin.pendek aja ah komennya….

Leave a Reply