Ketiga Bohong itu “Indah”
Posted By dunianopy on April 24, 2009
Kalau kita ditanya, pernahkah bohong??? Rata-rata atau mungkin semua responden yang menjawab, jawabannya adalah pernah, baik itu muda ataupun tua, mayoritas kita pernah melakukan suatu kebohongan, dan itu juga beragam, ada yang bohong besar atau bohong kecil, semua tergantung dari kondisi saat kita melakukan kebohongan tersebut. Begitu juga dengan efek dari kebohongan itu, ada yang berdampak luas, ada pula yang berdampak biasa-biasa saja. Sulit rasanya kalau kita hilangkan dari diri ini yang namanya kebohongan, karena memang hal yang satu ini diakui ataupun tidak sudah mendarah daging pada diri kita semua, yang dalam arti kata lain ini sudah menjadi perilaku kita sehari hari.
Sekarang, baiklah kita memang sudah menjadikan itu suatu sifat dasar dalam berpilaku sehari-hari saat berinteraksi dengan orang, Cuma yang mesti kita perhatikan disini serta jadikan pedoman, adalah bagaimana saat kita melakukan kebohongan tersebut adalah menjadi sebuah tindakan yang berdampak kebaikan, bukannya kebohongan yang bisa berdampak jelek atau kebohongan yang dipakai untuk berkamuflase ini dan itu, sehingga saat awal kita melangkah dengan kebohongan maka langkah berikutnya juga dengan kebohongan untuk menutupi kebohongan sebelumnya, dan ini begitu seterusnya
Coba kita lihat bersama, saat kebohongan dilakukan untuk kebaikan, maka itu sebenarnya suatu hal yang nantinya akan membawa suatu kebaikan, tapi saat kebohongan itu untuk dilakukan untuk menutupi sebuah kebobrokan, atau untuk berkamuflase, serta melakukan penipuan pada banyak orang, sehingga dampaknya menyebabkan orang lain dirugikan.Hal yang seperti ini lah yang harusnya kita hindarkan jauh-jauh dari diri kita, dan itu semua harus dengan kesadaran diri untuk tidak melakukannya.
Sama-sama kita latih diri kita untuk terhidar dari melakukan kebohongan yang itu berdampak buruk baik bagi diri kita dan umumnya bagi orang lain, karena inilah sebenarnya yang menjadi salah satu sebab rusaknya moral diri, semua salah satunya berawal dari kita yang sering melakukan kebohongan dan ini kemudian ditutupi dengan melakukan kebohongan yang lainnya.




BOHONG itu bagaikan pedang bermata dua tajam..
disisi lain dapat melindungi diri tapi disisi lain dapat melukai (bahkan dapat mematikan diri kita)
mungkin isa dibilang buah simalakama
saya kok ga percaya dng berbohong untuk kebaikan ya
apa bedanya bohong dengan trik mas…
waduh,saya kok mirip pinokio ya? hehehehehehe
kadang bohong itu bermanfaat kok untuk meredam perasaan orang :p
Pertamax ngga ych?…
iyeps, kebohongan sudah jadi warna dalam kehidupan..
hehehe..saya pernah berbohong,,pa hidung saya kaya pinokio ych?
Saya pernah bohong, supaya dua teman saya ngga berantem.. dan kebohongan saya sukses..
hmmmm….
Bohong gak lebih adalah asesoris yang diberikan ketika kita merasa sebagai manusia.. tapi apakah bohong itu harus dipelihara?
bohong juga perlu Om……, mosok jujur terus…..
Nerakane SEPI mengko………
bohong…….mhhh gimana yaa, mungkin itu sudah mutlak menjadi bagian hidup manusia mas nopy………
wah hobiku tuh mas….
hoby berbohong… kena karmanya tuh..
tpi lo buat kebaikan… gk pa2 sih bohong..
@ Luxman : Hati-hati dengan ucapan tersebut mas luxman.
Klo membahas ttg bohong ai no comment aja lah. Soalnya antar orang berbeda pemahaman tentang bohong. Dan saya rasa Rosulullah tidak pernah mengajarkan agar kita melakukan bohong.
Suatu ketika, datanglah seorang lelaki senja. berkunjung ke rumah tetangganya. Sang isteri ada di depan rumah, bertanyalah lelaki senja (bukan Syafwan lho mas) kepada isteri tuan rumah. Sang isteri menjawab cepat, bahwa suaminya tiada di rumah. Lelaki senja pun berlalu dan tanpa di minta sang isteri bercerita kepada saya, “Bohong sunnah tidak mengapa, biasanya, orang itu mau minta sumbangan.” nah lho… mikir panjang saya mas..
Bukan berarti saya gak pernah bohong. Terimakasih tulisannya.
karena loyalitas,, saya pernah berbohong mas,,,
berbohong demi kebaikan bos saya yang poligami,, dan ‘pyuh’ saya cape harus menjadi bunglon dlm kehidupan mereka,,, sampai akhirnya saya memutuskan untuk berhenti bekerja di sana.
Kebohongan apapun alasannya,, kan ada manfaat dan mudharat yang mendampinginya.
Saya yakin bohong saya adalah sebuah anugerah. Bukankah Tuhan menciptakan lidah dengan berbagai macam fungsinya. Saya sering membohongi. Apalagi ketika dia sedang dilanda banyak masalah, kehilangan percaya diri ataupun semangat hidup.
Saya; “Ayolah, semua manusia itu diciptakan dengan kemampuan masing-masing. Kamu memang tidak mempunyai keahlian untuk itu. Tapi kamu bisa belajar!!”
Nurani saya; “Benar juga katamu wan, Seorang presiden saja harus belajar untuk mengatur negara. Mekanik motor saja bisa menguasai keahliannya dengan usaha, kenapa saya tidak”
Saya memang sering berbohong, dan saya menikmati itu!! bagaimana dengan anda
jarene wong mbiyen sing salah kaprah wi lo kang, jujur ajur, piye wi??
bohong kan sekarang ini lagi ngetrend…
liat aja acara reality show di tv….pembohongan publik semua…
tapi masyarakat banyak yang suka masih…
agaknya kebiasaan berbohong itu dimuali sejak kecil, mas novi. setelah besar, mereka menganggap hal yang wajar, bahkan kalau tidak bohong malah dianggap sbg hal yang tidak wajar. sungguh aneh. yang pasti, saya setuju apabila berbohong digunakan utk mencegah hal2 yang bisa menimbulkan kemudharatan.
Bohong itu menyenangkan lho… lha wong hobbyku bohong nih… wahahahaha
@All : memang bohong ini beragam kita bersikap, tapi yang jelas, semoga kita bisa menepatkan bohong di kondisi yang benar
kalo boong ma pacar … sekali boong selamanya sulit dapet keparcayaan dia lage … hikzzz
apapun keadaanya bohong itu tidak dianjurkan
bohong…mau tidak mau adalah sifat dasar manusia
namun setidaknya kita bisa meminimalisisr kebohongan tersebut
dihilangkan???
kayaknya susah deh
lha…..yg namanya bohong itu tetep g baek…..jdi berbanyaklah berbohong…
(doha)
Ass.
banyak kebohongan karena adanya rasa tidak enak untuk mengatakan yang sejujurnya, ada kebohongan karena menutupi kekurangan diri, sebagian kebohongan karena ingin selamat, terdapat juga kebohongan karena menutupi kejahatan ….
kita kesulitan untuk 100% lepas dari yang namanya bohong. Dan yang penting adalah jangan sampai kita ‘ ter.. la ..lu (mengutip ucapan bang H.Rhoma Irama)” mendewakan kebohongan ..
Bohong … Indah pertamanya !! Pasti akan menderita pada akhirnya.
hm… bohong.. pastinya jadi bolong dan mlompong…
Bohong itu Dosa ..
tapii bagaii mana agar sifat pembohong itu hilang ??
rasa’nya takut klo ngeboong ..
tp itu jalan yang bnr” gag bsa di pungkiru u/ mengelak ato di sanjung ..
tapii setelahnya jatii begitu bimbang ..
jadii harusst bagaiimana downgg ???
supaya kebohongan gag merajalela di kehidupan Kita, ya seennggak’nya berkurang lah .
itu’kan lebih baik ..
bohong itu dosa kalau kita mencelakan orang atapun menipu orang lain.
bohong itu boleh aja untuk menyelamatkan orang bagi yang berkepentingan.
intinya dimana waktu yang tepat untuk berbohong ataupun tidak berbohong.
tetapi lebih baik kejujuran lebih utama daripada kebohongan diri kita merasa gelisah dan tidak tenang. terserah anda yang milih baik yang mana .menurut aku sih jujur modal utama dalam hidu.