Rindu pengayom dan penyejuk hati

Posted By dunianopy on March 10, 2009

nabi-muhammad

Sebuah Refleksi Maulid Nabi Muhammad

Belum lama tepatnya saat tanggal 12 Rabbiul Awal 1942 Hijriyah yang saat ini bertepatan dengan Tanggal 9 Bulan Maret Tahun 2009 Umat Islam menapaktilasi kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, dengan mengadakan berbagai macam yang beragam adanya, di tiap daerah aneka ragam kegiatan dilakukan, sedangkan acara yang sifatnya kerohanian seperti pengajian, pembacaan Maulid mulai yang bermacam-macam, antara lain Maulid Diba’, Maulid Barjanzi, Maulid Simtut Duror, serta dikumdangkannya qasidah pembacaan sholawat Nabi Muhammad, sebagai bentuk ungkapan syukur kita sebagai umat muslim yang mendapatkan berkah besar atas kelahiran Nabi Muhammad.

Meriah memang semua perayaan itu, bahkan biaya yang dikeluarkannya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta, semua tak lain untuk menghormati Nabi Muhammad, Nabi yang dalam kitab suci Alqur’an sebagai Nabi Pembawa Rahmat atas semesta alam ini dengan risalah Islamiyah untuk memperbaiki akhlaq umat manusia yang bobrok pada jaman itu menjadi akhlaq yang karimah, penuh cinta dan kasih sayang.

Rasululloh memang sudah wafat, yang acara maulid itu tak lain juga sebagai napaktilasnya, tetapi apakah dengan demikian “wafat” pula risalah yang dibawa sebagai Rahmat seluruh alam ini? Semua itu seharusnya tidak, karena jelas dalam Kitab Al-Qur’an sendiri dijelaskan pada para Ulama’ adalah pewarisnya Nabi, yang meneruskan estafet pembawa risalah kedamaian dan rahmat dimuka bumi.

para-habaib
Ulama’ yang bisa mengayomi semua yang ada dengan cinta kasih penuh kedamaian, seperti halnya apa yang telah dicontohkan Rosululloh dengan sifat-sifatnya untuk patut ditauladani, semua yang hanya berfikir apa yang dilakukan adalah mencari ridlo Sang Khaliq tanpa adanya keinginan duniawi dengan segala hal yang gemerlap dan membutakan hati, Ulama’ yang menjadi panutan umat, bukannya menjadi pantauan umat, Ulama’ yang bisa menjadi penyejuk hati bukannya sebagai pembakar amarah hati, Ulama’ yang bisa menjadi tempat untuk kita mendapatkan nasehat-nasehat, bukan untuk mendapatkan perintah ikut dukung mendukung parpol, Seorang ulama’ yang bisa menjadi benar-benar sebagai pewarisnya Nabi.

Sungguh kita semua merindukan dan mendambakan sosok ulama yang membawa risalah kedamaian cinta kasih itu sebagai perwujudan rahmat semesta alam, pertanyaannya, benarkah sosok ulama’ yang seperti itu sudah tidak ada lagi? Teriring sebuah harapan dari kerinduan hati, Sang Khaliq memberikan kita semua sosok Ulama’-ulama’ yang benar-benar pewaris nabi, bukan hanya ulama’ dengan lebel belaka, yang akhir-akhirnya hanya mengejar gemerlapnya dunia

About The Author

dunianopy

Comments

26 Responses to “Rindu pengayom dan penyejuk hati”

  1. syafwan says:

    Di daerah saya. Maulid sering kali dijadikan ajang pamer. Mayoritas dari mereka percaya bahwasanya; apabila di rumah mereka mengadakan maulid, maka arwah Nabi Muhammad akan datang berkunjung ke rumahnya. Sehingga mereka beramai-ramai mengadakan maulid secara besar-besaran.

    Tidak jarang terjadi acara tersebut berbarengan dengan tetangga dan kerabat mereka. sehingga pemandangannya jadi ramai sekali. Mudah-mudahan dengan memperingati maulid, maka jejak dan tauladan Rasulullah SAW juga di resapi dan di aplikasikan. bukan hanya sekadar di ingat dan di rayakan.

  2. dillah says:

    kyanya udah banyak yang mlupakan acara ini…
    karena bnyak hnya memikirkan kesengan didunia…

    mudah2an maulid nabi ini membuat kita lebih semngat dn taat beribadah kepada Tuhan YME …

  3. aidicard says:

    Kelak, kapan pun itu semoga sosok ulama yang benar sebagai pewaris nabi benar2 ada.. Semoga.. Amin..

  4. yabheen says:

    semoga saja dengan maulid nabi tahun ini,smw umat islam tidak lupa dengan jati dirinya yang mengumbar hawa nafsunya untuk merayakannya

  5. DET says:

    hanya ALLAH yang bisa melakukan apapun

  6. suryaden says:

    kadang ulama yang bagus malah hilang ditelan gegap gempitanya dunia ini… karena mereka memang menjauh dari ketenaran duniawi

  7. Ass.

    Mungkin apa yang dimaksud belajar wajib bagi seorang muslim, agar para ulamanya terjaga dari terlalu condong duniawi, karena muslim yang belajar tidak akan pernah terbuai dengan “ulama” yang omongannya saja penuh ayat Allah tapi hatinya sesak dunia.

    Sebagai muslim, masing2 dari kita dapat menjadi ulama bagi diri sendiri, karena akan dimintai pertanggungjawabannya sendiri, dan sudah diperintahkan untuk membaca, agar dapat membuat keputusan sendiri dan bermanfaat bagi yang lain.

    Namun, jangan bersedih sobat, masih banyak ulama yang dapat diharapkan.

  8. byme says:

    itu wali songo apa bukan mas
    byme salam kenal

  9. novi says:

    mataku sampe melotot mencari tahu mana fotomu dideretan ulama-ulama diatas :)

  10. marsudiyanto says:

    Met memperingati Maulid Nabi Mas…
    Ngomong2, itu foto kok kecil banget kayak icon… :lol:

  11. gajah_pesing says:

    setahuku seorang ulama tak pernah menunjukkan sifat ulama dia, malah seseorang yang berasal dari lingkungan atau lembah (yang mungkin dikatakan orang) hitam bisa dikatakan sebagai ulama dari penilaian kita sebagai masyarakat yang sadar dan bercermin akan dirinya sendiri.

  12. denologis says:

    rindu rindu rindu padamu nabi…….

  13. Aping says:

    Sosok tersebut saya lihat ada pada mas…….

  14. Aping says:

    sosok seorang pembawa risalah, kedamaian dan cinta kasih….

  15. fithraw says:

    hmmm,,, rindu seorang yg alim yg jika dekat dengan beliau, akan selalu ingat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW…

    btw, (OOT) perayaan maulid nabi Muhammad SAW di Srilanka kemarin membawa korban. 14 orang tewas dan 1 orang menteri terluka parah karena bom bunuh diri komplotan pemberontak di srilanka. Ketika dalam perjalanan menuju masjid untuk memperingati maulid nabi Muhammad SAW. Subhanallah, Innalillahi wa innailaihi raji’un… :(

  16. fahmi! says:

    yg aku nggak suka, belakangan ini banyak ulama yg katut aktif di dunia politik. nggak salah sih, cuman aku nggak suka ae. soale dakwah ulama yg berpolitik itu kemudian ada konten kepentingan golongan. sayangnya aku belom nemu profil ulama yg cukup mumpuni buat dicombo dg profil umaro yg bagus.

  17. betul banget, mas novi. negeri ini sdh amat lama merindukan sosok PEMIMPIN yang jujur dan amanah. sayangnya. hingga saat ini belum ada sosok yang bisa dijadikan sbg kiblat panutan. tapi kita juga perlu optimis, mas, bahwa suatu ketika sosok pemimpin semacam otu akan hadir, meski kita sendiri ndak tahu kapan hal itu bisa terwujud?

  18. galuharya says:

    setuju ama coment suyaden dan gajah_pesing

    ulama yang bener2 ulama biasanya jauh dari kehidupan duniawi

  19. alief says:

    apalah gunanya memperingati maulid nabi, jika tingkah polah dan perbuatannya jauh dari ajaran nabi????

    tiap tahun dirayakan tiap tahun perayaan dihadiri pembesar republik ini, tapi tip hari pula mereka berbohong, setiap ada kesempatan uang rakyat masuk kantong.

    Buat apa merayakan maulid nabi???

    kelahin seorang yang mengajarkan untuk menjaga dan menjalankan kebaikan, bila ajarannya masih sering diabaikan???

    betul begitu nopo mboten mas??

  20. zenteguh says:

    bener mas, rasa-rasanya sulit menemukan ulama yang “bersih” di jaman edan ini. Saya ga tahu mereka yang kerap menebut dirinya ahlussunah wal jamaah itu apa ya bener2 masih murni..

  21. ikhwancyber says:

    di daerah saya juga rame bang klo ngadaen maulid nabi….

    pengingat-sholat-di-mozilla-firefox

  22. ikhwancyber says:

    di daerah saya juga rame bang klo ngadaen maulid nab, suka diadain ceramah, ngundang ustadz or kiai dari luar

    pengingat-sholat-di-mozilla-firefox

  23. masisman says:

    kalo ditempat saya biasanya diadakan di musholla dan biasanya waktunya pada malam libur

  24. ikhsan says:

    kadang2 kita malah nggak tahu Maulid nabi jatuhnya kapan :)

  25. Rusa Bawean says:

    iya neh
    sekarang banyak yg ikutan dukung Parpol
    sangat disayangkan sekali

Leave a Reply