UNAS, Hari Kartini dan Hari Bumi
Posted By dunianopy on April 20, 2009

Sekilas kita lihat perjalan kehidupan yang ada di muka bumi yang sudah sangat tua, dimana saat ini kondisi kehidupan luar biasa, kecanggihan teknologi tak diragukan lagi kehebatannya, demi kenyamanan hidup manusia, yang sering kali melupakan bagaimana seharusnya teknologi ini ramah dengan lingkungan, tapi yah itulah manusia, dengan keinginan untuk mempermudah diri yang sering kali tidak memperhatikan bagaimana melestarikan lingkungan
Tengokan sejarah masa silam dimana lingkungan masih terjaga dengan baik, manusia masih jauh dengan kemajuan teknologi sekarang serta budaya masa kini, di saat itu banyak kita jumpai pemandangan yang indah dengan udara yang segar bebas polusi, suatu fenomena yang luar biasa dari keadaan alam saat masa silam, walaupun kalau juga kita tengok bahwa masa lalu adalah masa masa yang sangat sulit bagi kita, terutama saat dimana bangsa ini dalam masa penjajahan, kebebasan dikekang, apalagi kebebasan bagi kaum wanita yang tidak bisa banyak berbuat selain hanya diam dan diam.
Dua fenomena yaitu masa silam dan masa sekarang adalah dua wajah yang berbeda dari kondisi lingkungan yang ada, dimana semua itu andaikata saat ini bisa diambil hal-hal yang baik dr itu semua, mungkin sangat indah dunia ini, bumi tetap indah dan udara segar, budaya manusia berkembang dengan kepribadian yang tinggi dengan memperhatikan kodrat lahiriyahnya disertai majunya teknologi karena kepandaian otak anak manusia yang luar biasa sehingga menciptakan alat-alat yang membantu kegiatan manusia, tanpa merusak lingkungan.
Pertanyaan sekarang mungkinkah kondisi yang sangat kita dambakan itu bisa terwujud saat ini? Bangsa kita kalau kita lihat sudah mulai menangkap ini sebagai realita yang harus diwujudkan sebagai satu tujuan bangsa. Untuk menciptakan generasi yang cerdas sehingga menghasilkan orang-orang pintar itu untuk kemajuan Negara, model pendidikan pun lambat laun diperbaiki, seperti salah satunya untuk UNAS, terlepas dari kontroversinya selama ini, sedangkan budaya bangsa pun sekarang sudah menjadi budaya bangsa yang terbuka dengan budaya luar yang disini tetap juga memperhatikan falsafah budaya ketimuran, salah satu yang nampak saat ini, persamaan gender sudah mulai dianggap sebagai suatu realita yang bukan hal tabu lagi, walapun disatu sisi tetap membawa kepribadian dan tanggung jawab masing-masing bagi setiap insan pria maupun wanita, serta dalam rangka mewujudkan suatu lingkungan yang asri, indah dan udara segar dimasa sekarang, sudah dengan gencarnya digalakkan pengurangan efek rumah kaca, serta dilakukan rehabiltasi hutan dimana-mana sebagai wujud nyata kita untuk mengembalikan kelestarian lingkungan
Apa yang menjadi kondisi sekarang ini semoga bisa menjadikan landasan untuk semua bisa jauh lebih baik lagi, dari segala sisi, karena dengan semua itulah perkembangan akan lebih terasa bermakna bagi kehidupan kita




Ya…… ini posting berbobot yang mengerikan. Perkembangan kerap menciptakan berbagai alasan kenapa perubahan harus dilakukan. Sistematis dan terukur, namun tidak terukur. Itulah indonesia. Bangsa ini perlu bercermin kembali pada sejarahnya, pada orang-orang yang mengorbankan darah untuk kemerdekaannya.
Namun yang terjadi….. pyuh…..
Ini pertamax nga ya?
ralat; Sistematis dan terukur, namun tidak terukur.
yang benar; Sistematis dan teratur, namun tidak terukur.
Takut kalau ada redaktur baca. he..he…..
Second max nih!!
unas gak unas sing penting kumpul…
lho?
“Tidak akan Aku rubah nasib suatu kaum ketika kaum itu tidak berupaya merubah nasibnya sendiri !!!”.
budaya teknologi dan prinsip berbangsa dan bernegara adalah produk yang menjembatani antara masa lalu dan sekarang. Tinggal bagaimana mengemas dengan kesesuaian jaman. Dibuat lentur untuk memudahkan pengembangan namun juga perlu dipertahankan untuk keperluan menyelamatkan masa depan
konon, feminisme (orang yang memperjuangkan persamaan wanita) adalah salah satu hidden agenda Amerika untuk menghancurkan bangsa. Lainnya adalah Demokrasi, Globalisasi.. emm apa lagi ya :..
kadang pada satu saat nanti akan terasa betapa tehnologi yang tidak pas akan tidak terpakai lagi, dan semoga emansipasi dan keterbukaan itu tidak dengan serta merta mengubah tatanan yang baik namun menambah kasanah ke perbaikan yang berkeadilan, baik bagi alam maupun perikehidupan…
kalo bicara soal unas aku jadi inget tahun lalu….hiks hiks
sukses deh mass
loh
sekarang hari bumi yaaa
baru tahu
hehehe
biarlah emansipasi berjalan sewajarnya tanpa merubah tatanan kodrat yang ada
karena UNAS, dosenku akeh sing ora mlebu…….
Only hope Indonesia is getting better..
u/ saya ngga sempat ketemu sama si UNAS..
Ibu Kartini sedang Ujian Nasional Mapel Ilmu Bumi…
SELAMAT HARI BUMI YA…………… OK JEH, KAPAN AKU DIAJARI GAWE BLOG IKI…. HEHEHE
saling membutuhkan…
dari sisi berbeda pula kita mnyikapi..
pengen ngucapin aza deh selamat hari bumi,hari kartini…dan hari ujian Nasional buat yang melaksanakn…
Selamat hari kartini
Sonic Lopez
dasar unas….!!!!
speechless ah, hehehehe…
sebentar lagi ujian ya
jadi teringat adik di rumah…
ngakak komentnya pak Marsudiyanto
hari kartini.. hari bumi.. kemarin2 turut di meriahkan ama google n yahoo
salam kenal
cocok karo komene pak marsudiyanto
Selamat hari kartini semoga tidak salah tuk menghormati
ketiga momen itu hadir hampir bersamaan, mas nopy. konon, kaum perempuan memiliki daya survive yang lebih tinggi hidup di bumi, mas. tapi sayangnya pada UN kemarin, yang paling banyak shock justru murid perempuan. ada apa ini?
Bang Nopy, sepertinya penuh perenungan dan kritis. Mampir ke blog saya ya bang. Salah satu komunitas yang saya angkat di blog saya (Kalibening, salatiga) merupakan Komunitas Belajar Mandiri yang siswanya menolak ikut UAN.
Beberapa tahun lalu 3 siswa putri nekat ikut UAN, karena ia sedang membuat penelitian yang akhirnya diterbitkan dengan judul “Lebih Asyik Tanpa UAN”. Tiga siswi ini juga menulisnya sebagai artikel pendek yang dimuat di kompas. hebat yah…
refleksinya pas pak…mantap